Gresham Palace, Budapest: Istana Jadi Hotel

Four Seasons Hotel Gresham Palace Budapest

Explorer Guidebook - Pernah bermimpi bermalam di sebuah istana? Sekarang Anda bisa mewujudkannya dengan dijadikannya Gresham Palace menjadi salah satu cabang Four Seasons Hotel  di Budapest, Hongaria. Check it out!


Gresham Palace atau Gresham-palota adalah salah satu bangunan dan landmark terkenal di Budapest, Hongaria. Bangunan megah bergaya neo klasik ini dibangun pada tahun 1904-1906 oleh perusahaan asuransi Gresham Company, dan dari nama perusahaan inilah, nama Gresham Palace berasal. Dulunya Gresham Palace dipergunakan sebagai rumah tinggal aristokrat-aristokrat kaya yang berhubungan dengan Gresham Company. 

Pada masa Perang Dunia II, para tentara uni soviet menguasai dan tinggal di istana megah ini. Dan setelahnya, Gresham Palace terbengkalai dan digunakan sebagai bangunan apartemen pada masa pemerintahan Republik Rakyat Hongaria. Setelah pemerintahan demokrasi kembali, yaitu pada tahun 1990, pemerintah nasional Hongaria menghibahkan bangunan ini ke kota Budapest.

Pada akhirnya pada tahun 2001, Gresham Palace dibeli oleh sebuah perusahaan Irlandia Quinlan Private dibawah manajemen Four Seasons Hotels. Dan sejak tahun 2004 hingga sekarang, bangunan megah menyerupai istana ini pun dibuka sebagai cabang Four Seasons Hotel kota Budapest.

Four Seasons Hotel Gresham Palace Budapest
Gresham Palace dilihat dari sisi area Buda, kota Budapest
Untuk mengoperasikannya kembali, sebelumnya Gresham Palace telah direkonstruksi untuk mengembalikan keindahan dan kemegahan masa lampau diantaranya adalah 2 juta ubin mozaik, tangga Grand Staircase, lantai kaca warna, dan lift dari besi tempa yang semuanya sekarang menjadi ciri khas dan fitur unggulan Four Seasons Hotels Gresham Palace Budapest.

Selain mengembalikan kejayaan arsitektur masa lampau, manajemen hotel juga menambahkan banyak fasilitas modern demi kenyamanan para tamu seperti kolam renang indoor, spa, dan fasilitas fitnes. Dan jadilah sebuah hotel istana yang tak hanya merupakan hotel terkenal tetapi juga landmark bersejarah yang memadukan nuansa klasik dari masa lampau dengan fasilitas yang nyaman dan mewah dari abad 21 :)

Sebagai salah satu landmark sekaligus hotel paling terkenal di Budapest, Hungaria, hotel istana ini pun sering menjadi lokasi syuting film, salah satunya adalah film “Spy” pada tahun 2004 yang berkisah tentang agen CIA yang bertugas dari Paris, Roma, hingga Budapest :D (tipe film favorit nih, action+traveling :D)

Four Seasons Hotel Gresham Palace Budapest
Gresham Palace terletak tepat di ujung Chain Bridge di area Pest
Dan dengan kepopuleran dan nilai sejarahnya, Gresham Palace (Four Seasons Hotels Budapest) juga menjadi salah satu incaran para wisatawan dan traveler untuk merasakan menginap di hotel landmark bersejarah ini. Anda juga mau? Bisa banget! Selain bisa menikmati nuansa interiornya yang bergaya Art Nouveau seperti di Perancis dan meresapi nilai sejarahnya, Gresham Palace Budapest juga menjadi salah satu tempat paling strategis untuk menikmati nuansa dan pemandangan indah kota Budapest baik siang maupun malam hari, bahkan ketika Anda sedang berada di kamar :D. Enak kan?

Bagaimana tidak, Gresham Palace Four Seasons Hotel Budapest memiliki lokasi yang sangat strategis karena terletak tepat di pusat kota tua Budapest di mana sebagian besar landmark-landmark terkenal kota Budapest berada dekat dengan hotel ini. Sebut saja Chain Bridge, Buda Castle, Parliament Building, Fisherman’s Bastion, Matthias Church, Shoes on the Danube, dll. Bahkan Anda bisa menikmati pemandangan langsung lurus ke arah Chain Bridge dan sungai Danube dari Gresham Palace karena bangunan ini memang terletak tepat di tepi sungai Danube, di depan salah satu ujung Chain Bridge yang terletak di area Pest. Keren banget kan? :D

Four Seasons Hotel Gresham Palace Budapest
View Chain Bridge dari jendela kamar :)
Four Seasons Hotel Gresham Palace Budapest
View Buda Castle dari jendela kamar :)
Kalau tidak menginap, Anda juga tetap bisa sekilas menikmati nuansa indah hotel ini dengan makan di restaurannya. Tapi jika ingin maksimal, menginap saja barang satu atau dua malam, atau selama yang Anda mau :D. Dengan memilih kamar dengan river view Anda akan disuguhi pemandanga kota Budapest yang menakjubkan dan romantis tepat di depan mata...

View Chain Bridge dari Four Seasons Hotel Gresham Palace
View sisi area Buda di malam hari dilihat dari Gresham Palace
Tak sabar ingin menghabiskan malam di hotel istana ini? ;) Tinggal biropaspor saja di sini sebelum kehabisan kamar :). Dan pengalaman tak terlupakan tinggal di hotel istana landmark pun tak sekedar mimpi, just a click away ;)

Alamat Four Seasons Hotel Gresham Palace Budapest: Széchenyi István tér 5-6., 1051 Budapest, Hungary.

Fasilitas:
* Free Wi-fi
* Tempat penuaran mata uang
* Restauran dan bar
* Kolam renang infinity edge pool
* Spa dan fitnes, dll.


All texts (c) Explorer Guidebook. All rights reserved.

Artikel Terkait:
10 Tempat Wisata Terkenal di Budapest, Hongaria

10 Tempat Wisata Terkenal di Budapest, Hongaria

Fisherman's Bastion tempat wisata terkenal di Budapest Hongaria Hungaria Hungary Eropa

Explorer Guidebook - 10 Tempat Wisata Terkenal di Budapest. Budapest merupakan ibukota negara Hungaria (Hongaria) yang terkenal memiliki banyak bangunan tua megah peninggalan abad pertengahan yang menjadi ciri khas kota ini. Tak heran jika kota ini telah lama menjadi salah satu kota destinasi wisata terkenal yang paling banyak dikunjungi di Eropa. Budapest juga memiliki banyak bangunan megah dengan arsitektur Baroque style seperti halnya bangunan-bangunan di Perancis.

Kota Budapest terbagi menjadi dua area yang dipisahkan oleh sungai Danube, yaitu area Buda yang berada di sisi timur sungai, dan area Pest yang berada di sisi barat sungai. Sebagian besar tempat wisata di kota Budapest juga terbagi di antara kedua sisi sungai ini.

Ingin tahu apa saja tempatnya? Berikut 10 tempat wisata paling terkenal di Budapest, Hongaria yang kami rekomendasikan untuk Anda kunjungi.

Hungarian Parliament Building atau Országház adalah gedung parlemen yang menjadi tempat kerja dewan parlemen negara Hongaria. Gedung parlemen ini terletak tepat di tepi sungai Danube, tepatnya di Lajos Kossuth Square, area Pest, kota Budapest, Hongaria. Tidak jauh dari jembatan Chain Bridge. Gedung Parlemen Hongaria adalah salah satu gedung legislatif tertua di Eropa dan telah lama menjadi salah satu landmark kota Budapest dan negara Hongaria, serta menjadi salah satu tempat wisata paling terkenal di Hongaria yang paling banyak dikunjungi. Jika Anda ke Budapest, harus melihat gedung parlemen ikonik ini :)

Selesai dibangun pada tahun 1902, Hungarian Parliament Building adalah gedung parlemen terbesar di dunia pada kala itu. Bahkan hingga kini, gedung parlemen ini masih menjadi bangunan terbesar di Hongaria dan tertinggi di Budapest, dan merupakan gedung parlemen terbesar ke-3 di dunia. Pembangunannya sendiri membutuhkan waktu 17 tahun sejak tahun 1885, dan gedung ini memiliki panjang 268 m dan lebar 123 m. Puncak tertingginya (puncak kubah) adalah setinggi 96 m, dan bangunan ini memiliki total 10 halaman gedung, 13 elevator, 27 gerbang, 29 tangga, dan 691 ruangan, serta 242 patung baik di dalam maupun di luar ruangan.

Sekilas mirip dengan Houses of Parliament di London baik dari segi arsitektur maupun letak, Gedung Parlemen Hongaria memiliki gaya arsitektur Gothic Revival dengan kubah bergaya arsitektur Renaissance. Letaknya tepat di tepi sungai Danube, sama seperti Houses of Parliament yang terletak di tepi sungai Thames, London. Gedung parlemen Hongaria memiliki layout simetris, yaitu terdiri dari dua sayap (hall) simetris dengan bagian kubah di bagian tengah. Dari dua bagian simetris ini, satunya digunakan untuk kepentingan politik dan satu lagi digunakan untuk kepentingan tur wisata pengunjung. Pintu masuknya sendiri bisa diakses dari Kossuth Square di bagian depan gedung. Selain mengunjungi langsung dan melihat secara dekat, Anda juga bisa melihat Parliament Building dari seberang sungai dan dari atas Fisherman's Bastion untuk melihat bentuk utuhnya dan mendapatkan perspektif yang berbeda. Tertarik? ;)

Buda Cstle dilihat menyamping dari seberang sungai
Buda Castle, atau dalam bahasa Hungaria Budavári Palota, adalah kompleks kastil dan istana bersejarah yang pada zaman dahulu menjadi tempat tinggal raja-raja Hungaria. Dulunya disebut sebagai Royal Palace (Királyi-palota) dan Royal Castle (Királyi Vár). Kompleks istana Buda Castle berada di area Buda, kota Budapest, Hungaria, tepatnya di atas puncak bukit Castle Hill (Várhegy) bagian selatan, di pinggir sungai Danube sebelah timur. Dari lokasinya lah, nama Buda Castle berasal (jadi tidak ada hubungannya dengan agama Budha. Kayaknya :p). Area tempat dan sekitar Buda Castle disebut Castle District.

Buda Castle dibangun pertama kali pada tahun 1265 dan memiliki luas area hingga 4,73 km2. Dengan ukurannya yang cukup besar dan letaknya yang tinggi di puncak bukit, Buda Castle terlihat menonjol dari kejauhan dan terihat mendominasi area Buda di sisi timur sungai Danube. Dari seberang sungai, Anda bisa dengan mudah mengenali Buda Castle dengan kubah hijau tunggalnya yang menonjol dan dinding depannya yang membentang hingga 300 m menghadap sungai.

Buda Castle dan Chain Bridge di malam hari
Dibangun sejak abad 13, Buda Castle telah mengalami banyak sekali perubahan hingga saat ini. Kompleks istana yang Anda lihat sekarang adalah hasil dari beberapa kali rekonstruksi mengingat istana ini pernah mengalami banyak sekali penghancuran, terutama pada masa Perang Dunia ke-2. Proses rekonstruksi cukup berhasil namun banyak hiasan dan ornamen interior yang indah dan rumit khas istana kerajaan seperti lukisan dinding dan atap, tidak bisa dipulihkan.

Saat ini gaya arsitektur Buda Castle adalah perpaduan dari beberapa gaya arsitektur, seperti gothic abad pertengahan (seperti kastil-kastil di Inggris) dan Baroque style (seperti istana-istana di Perancis. Tidak heran, kalau Anda melihat orang berfoto di sini, mungkin Anda mengiranya di Perancis, karena nuansanya memang sangat mirip :) ). 

Selain bangunannya sendiri yang memiliki banyak riwayat, Buda Castle juga memiliki banyak nilai sejarah karena telah menjadi saksi banyak gejolak dan juga peristiwa bersejarah di kota Budapest dan Hungaria selama berabad-abad. Kompleks istana ini juga pernah dikuasai oleh berbagai rezim penguasa. Mulai dari era kerajaan abad pertengahan Hungaria, kekaisaran Ottoman Turki, Nazi Jerman, hingga sejumlah penerus tahta kerajaan Hungaria selanjutnya.

Dengan luas area mencapai 4,73 km2, Buda Castle merupakan kompleks istana yang sangat besar dan terbagi menjadi 6 sayap yang dinamai sayap A hingga F. Saat ini, ada 3 institusi yang menempati Buda Castle yaitu Hungarian National Gallery, Budapest History Museum, dan National Széchényi Library

Hungarian National Gallery menempati sayap A, B, C, dan D, termasuk juga Palatinal Crypt (ruangan bawah tanah). Museum ini memamerkan koleksi yang menunjukkan sejarah kesenian Hungaria sejak abad 11 hingga kini. 

Budapest History Museum menempati sayap E di bagian selatan. Museum ini meliputi 4 lantai termasuk Royal Chapel dan Gothic Hall. Museum ini memajang koleksi yang menggambarkan sejarah kota Budapest sejak berdiri hingga era modern. 

Sementara National Széchényi Library yang merupakan perpustakaan nasional Hungaria menempati sayap F. Perpustakaan ini berisi koleksi manuskrip dan juga buku-buku antik dan langka. 

Selain memiliki banyak ruangan yang terbagi dalam beberapa sayap, kompleks istana Buda Castle juga memiliki beberapa taman dan halaman istana yang luas. Salah satu halaman yang paling terkenal adalah Lion Courtyard yang merupakan halaman dalam kompleks istana yang dipagari oleh bangunan sayap C, D, E, dan F. Ada juga sejumlah hiasan patung, monumen, dan juga air mancur yang tersebar di sejumlah titik di halaman Buda Castle. 

Hmm, banyak ya yang bisa dilihat di Buda Castle di Budapest. Tertarik mengunjungi kompleks istana megah ini? 

3. Chain Bridge, Budapest
Chain Bridge yang ikonik
Entah kenapa hampir semua kota wisata terkenal di Eropa dan juga Amerika pasti memiliki sungai yang membelah pusat kotanya. Mungkin karena dulunya, sungai menjadi salah satu jalur transportasi utama dan perdagangan kali ya, makanya area yang paling berkembang pasti di sekitar sungai #analisissotoy :p.

Dan pastinya, di mana ada sungai di situ pasti ada jembatan. Jembatan di kota-kota ini juga pasti terkenal dan menjadi ikon kota tersebut. Sebut saja Tower Bridge yang melintasi Sungai Thames di London, Charles Bridge yang melintasi Sungai Vlatva di Praha, Ponts des Arts yang melintasi Sungai Seine di Paris, dan Brooklyn Bridge yang melintasi East River di New York. Seperti halnya kota-kota tersebut, Budapest juga tak ketinggalan dengan jembatan Chain Bridge-nya yang melintasi Sungai Danube.

Chain Bridge atau zéchenyi lánchíd adalah jembatan paling terkenal di Budapest, Hongaria. Jembatan ini melintasi sungai Danube dan menghubungkan area Buda (di sisi barat sungai) dan Pest (di sisi timur sungai). Jembatan yang menjadi salah satu landmark kota Budapest ini selesai dibangun pada tahun 1849 dan memiliki panjang hingga 375 m dengan lebar 14,8 m. 

Chain Bridge merupakan jenis jembatan suspensi atau jembatan gantung dimana strukturnya hanya ditopang oleh dua tiang/menara beton dan selebihnya digantung dengan rantai-rantai besi. Dari rantai-rantai pengantungnya inilah, nama ‘Chain Bridge’ (Jembatan Rantai) berasal. Sekilas bentuk Chain Bridge mirip seperti Brooklyn Bridge di New York, Amerika Serikat. Seperti Brooklyn Bridge, Chain Bridge juga memiliki dua lajur kecil terpisah di kanan-kiri lajur utamanya yang diperuntukkan khusus untuk jalur pejalan kaki.

Dan seperti jembatan Tower Bridge di London, Chain Bridge juga terletak dekat dengan tempat-tempat wisata utama di Budapest, seperti Buda Castle, Castle Hill Funicular (kereta tram), dan Gresham Palace. Dengan ketenarannya, bentuknya yang khas, dan lokasinya yang strategis, tak heran jika Chain Bridge menjadi salah satu tempat wisata di Budapest yang paling banyak dukunjungi oleh wisatawan. Jembatan ini bisa jadi acuan Anda untuk mulai menjelajah kota Budapest. Selain itu, pemandangan dari dan sekitar Chain Bridge juga indah baik di siang ataupun malam hari. Tertarik ke sini?

Fisherman's Bastion tempat wisata terkenal di Budapest Hongaria Hungaria
Fisherman's Bastion dengan menara bak kastil kuno
Fisherman’s Bastion, atau dalam bahasa Hungaria Halászbástya, adalah sebuah teras luas dan bertingkat yang menjadi salah satu landmark kota Budapest, Hungaria. Bangunan ini terletak di area Buda, tepatnya di dekat gereja Mathias Church, di atas puncak bukit Castle Hill, kota Budapest, Hongaria.

Fisherman’s Bastion dibangun antara tahun 1902-1905 untuk semata-mata tujuan dekoratif. Lokasi yang kini ditempati oleh Fisherman’s Bastion dulunya adalah sebuah benteng kota kuno yang pada abad pertengahan dijaga oleh serikat nelayan yang tinggal di area di dekatnya yaitu di kota Vízívaros (watertown), di kaki bukit Castle Hill. Dari nelayan inilah, nama ‘Fisherman Bastion’ berasal, yang berarti ‘Benteng Pertahanan Nelayan’. Sebuah pasar ikan kuno dulunya juga berlokasi di tempat ini.

Fisherman’s Bastion dibangun gaya arsitektur romawi baru dan neo-gothic yang indah, dan memiliki menara-menara yang lancip seperti kastil-kastil di cerita dongeng. Total ada 7 menara di bangunan teras ini, yang masing-masing melambangkan suku Magyar, yang pada tahun 896 menghuni Hungaria.

Selain bentuknya yang indah dan ikonik, Fisherman’s Bastion juga memiliki posisi yang strategis. Selain strukturnya sendiri yang tinggi karena dibuat bertingkat, teras ini juga terletak tinggi di atas bukit Castle Hill seperti halnya Buda Castle. Lokasinya tepatnya berada di belakang gereja Mathias Church di Castle District, bukit Castle Hill, area Buda, kota Budapest. Dari teras dan menara Fisherman’s Bastion, Anda bisa mendapatkan panorama yang indah ke arah sungai Danube dan juga area Pest di seberang sungai. Termasuk perspektif unik dan dramatis dari Parliament Building di seberang sungai seperti foto pertama :)

Dengan bentuknya yang indah dan lokasinya yang strategis, tidak heran jika Fisherman’s Bastion menjadi salah satu ikon dan landmark Budapest, dan menjadi salah satu daya tarik wisata terbesar di kota ini. Jadi kalau Anda traveling ke Budapest, jangan lupa ya mampir ke tempat ini :)


Mathias Church adalah gereja indah bergaya Romanesque style yang terletak di depan Fisherman’s Bastion, di pusat Castle District, area Buda, kota Budapest, Hongaria. Gereja ini menjadi salah satu bangunan terkenal di Budapest karena letaknya tepat di depan Fisherman’s Bastion, sehingga banyak wisatawan yang melihat atau melaluinya saat mengunjungi Fisherman’s Bastion.

Selain itu, Mathias Church dulunya juga merupakan gereja terbesar pada masa abad pertengahan di Buda. Gereja yang dibangun pada tahun 1015 ini juga menjadi tempat beberapa peristiwa penting di Hungaria seperti tempat penobatan raja Charles IV pada tahun 1916 dan juga tempat pernikahan raja Mathias. Saat ini, Mathias Church masih aktif berfungsi sebagai gereja kota.

6. Szechenyi Bath (Pemandian Air Panas)
Szechenyi Bath (Pemandian Air Panas)
Szechenyi Bath, tempat pemandian air panas paling terkenal di Budapest
Széchenyi Bath adalah tempat pemandian air panas terkenal yang terletak di kota Budapest, Hongaria. Tempat pemandian air panas ini dibangun pada tahun 1909 dan menempati bangunan megah bergaya Neo Baroque style, yang sekilas mirip seperti bangunan istana kuno khas Eropa. 

Széchenyi Bath merupakan tempat pemandian air panas terbesar di Eropa dan memiliki luas area hingga 6.220 m2. Air panasnya bersumber dari 2 sumber mata air panas alami yang masing-masing bersuhu 74°dan 77°C. Air termal ini diklaim mengandung sejumlah mineral yang bermanfaat seperti sulfat, kalsium, magnesium, bikarbonat, asam florida, dan juga asam bikarbonat yang dapat memberikan efek kesehatan dan pengobatan/terapi seperti untuk sakit tulang dan sendi. 

Saat ini Széchenyi Bath memiliki 3 kolam outdoor dan 15 kolam indoor yang masing-masing dapat digunakan campur untuk laki-laki ataupun perempuan, tidak lagi terpisah seperti dulu. Kolam pemandian air panasnya memiliki suhu yang bervariasi. Tiga kolam outdoornya (kolam renang, kolam adventure, dan kolam berendam) memiliki suhu antara 27-38°C, sementara kolam indoornya memiliki suhu antara 18-38°C. Kolam renang bagian outdoor memiliki kedalaman 0,8-1,7 meter, sementara kolam adventurenya memiliki kedalaman 0,8 meter. 

Selain berenang dan berendam di kolam air panas, para pengunjung juga bisa menikmati sauna dan steam, dan juga pijat. Széchenyi Bath cocok dikunjungi pada akhir kunjungan Anda di kota Budapest sebagai tempat untuk rileks seharian setelah lelah mengelilingi kota Budapest beberapa hari sebelumnya. Tempat ini tak hanya menjadi favorit para wisatawan tetapi juga warga lokal. Karena itulah tempat pemandian air panas ini tidak pernah sepi pengunjung baik siang ataupun malam hari.

Anda bisa menemukan Szechenyi Bath dengan mudah karena letaknya yang tidak jauh di pusat kota, bahkan terletak tepat di taman kota City Park kota Budapest, tidak jauh dari Heroes’ Square. Jadi jangan lupa ya mampir ke Szechenyi Bath kalau Anda ke Budapest.

7. Shoes on the Danube
Shoes on the Danube di malam hari. Tampak Buda castle dan Castle Bridge di kejauhan
Ini dia yang unik dan belum banyak yang tahu :p. Satu lagi monumen yang unik dan juga terkenal di Budapest adalah Shoes on the Danube. Monumen ini berupa ‘patung’ deretan sepatu yang berada di teras tepi sungai Danube di sisi Pest (timur sungai), kota Budapest, Hongaria. Lokasinya adalah di dekat Zoltan Street, sekitar 300 meter sebelah selatan Gedung Parlemen Hongaria (Parliament Building) dan dekat Hungarian Academy of Sciences; antara Roosevelt Square dan Kossuth Square.

Meskipun terlihat seperti sepatu-sepatu biasa, jangan coba-coba untuk mengangkatnya yak wkwk... Selain cukup berat karena terbuat dari perunggu, sepetu-sepatu ini juga ditempelkan ke dinding tanggul sungai. Jadi memang tidak bisa diangkat atau dipindah-pindahin :D

Deretan sepatu-sepatu ini memang terbuat dari besi/perunggu dan dibuat oleh Can Togay (seorang direktor film) bersama seorang pembuat patung bernama Gyula Pauer. Monumen ini dibuat pada tahun 2005 untuk mengenang 3500 orang (800 di antaranya adalah warga Yahudi Budapest) yang dibu*uh oleh militan fasis Arrow Cross pada masa Perang Dunia ke-2 di Budapest, yaitu antara tahun 1944-1945. (Btw, sejarah semua negara berkaitan ya, masa2 pentingnya pasti sekitaran tahun itu, termasuk Indonesia :D. Perangnya global sih ya :p ). 

Shoes on the Danube, tampak sebagian bangunan Parliament Building di foto kanan
Pada masa itu para korban disuruh untuk melepas sepatunya dan berdiri di tepi sungai, lalu ditembak sehingga tubuh mereka jatuh ke sungai dan terbawa arus. Monumen Shoes on the Danube menggambarkan sepatu-sepatu yang ditinggalkan oleh para korban.

Total ada 60 pasang sepatu di monumen ini, ada sepatu laki-laki dan juga perempuan, yang bentuknya dibuat mirip dengan model sepatu yang ada pada masa itu dan posisinya sengaja dibuat tidak teratur, agar benar-benar tampak seperti sepatu-sepatu yang ditinggalkan.. (entah kenapa saya merasa sedih di sini :'( ).

Sepatu-sepatu dari perunggu ini ditempelkan ke dinding batu tanggul sungai Danube dan di belakangnya terdapat sebuah bangku batu sepanjang 40 m dengan tinggi 70 cm. Di tiga titik bangku terdapat 3 plakat peringatan dan tulisan “To the memory of the victims shot into the Danube by Arrow Cross militiamen in 1944–45".

Hmm.. jadi sedih. Kalau kalian ke Budapest mampir ya ke monumen sepatu di tepi sungai Danube ini... Para pengunjung juga biasanya meninggalkan bunga, lilin, atau ucapan sebagai tanda belasungkawa dan pengormatan untuk para korban. Viewnya juga bagus lho, pemandangan sungai Danube dengan bangunan-bangunan cantik di sekelilingnya serta Parliament Building, Buda castle, dan jembatan Chain Bridge yang ikonik. Indah baik siang maupun malam :)

City Park (atau dalam bahasa Hongaria Városliget) adalah taman kota terkenal di Budapest, Hongaria. Taman kota ini terletak tidak jauh dari pusat kota Budapest, tepatnya di distrik XIV kota Budapest, Hongaria. Pintu masuknya adalah dari alun-alun Heroes’ Square. City Park Budapest memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran 1400 x 970 m dengan luas area 1,2 km2. 

Beberapa bangunan dan tempat penting yang berada di dan sekeliling City Park Budapest adalah Széchenyi Bath, Vajdahunyad Castle, Budapest Zoo, Municipal Circus, Gundel Restaurant, Budapest Circus Building, Budapest Transport Museum, Museum of Fine Arts, Palace of Art, dan Heroes’ Square. Anda bisa sekalian mengunjungi tempat-tempat ini kalau City Park Budapest :)

Heroes’ Square (atau dalam bahasa Hungaria Hősök tere) adalah salah satu alun-alun utama kota Budapest, Hongaria. Alun-alun ini terletak di salah satu ujung taman City Park Budapest, tepatnya di samping Andrássy ut/Avenue. Heroes’ Square sendiri diapit oleh 2 bangunan penting yaitu Museum of Fine Arts di sebelah kiri dan Palace of Art (Hall of Art) di sebelah kanan.

Sementara di bagian tengah alun-alun terdapat sebuah monumen yang menandai alun-alun ini. Monumen tersebut adalah Millennium Memorial atau Millenáriumi Emlékmű yang juga menjadi landmark kota Budapest. Millennium Memorial dibangun pada tahun 1896 untuk memperingati hari jadi ke-1000 penaklukan Carpathian Basin dan juga pendirian negara Hongaria.

Millennium Memorial terdiri dari dua deretan tiang dengan posisi melengkung yang simetris kanan-kiri dan mengapit sebuah tiang tinggi di bagian tengah. Pada masing-masing deretan tiang yang melengkung terdapat 7 patung yang menggambarkan 7 tokoh penting dalam sejarah Hongaria. Sementara pada tiang yang tinggi, bagian atasnya dihiasi patung malaikat Jibril. Selain itu, masih ada satu lagi fitur dari monumen ini yaitu tanda batu untuk memperingati para pahlawan yang gugur dalam peperangan kemerdekaan Hongaria. Meskipun tampak seperti makam, tanda batu ini hanyalah sebuah ‘simbol’, bukan makam sungguhan yang berisi jenazah di dalamnya.

Hungarian State Opera House (atau Magyar Állami Operaház) adalah gedung opera house bergaya neo-renaissance yang terletak di tengah kota Budapest, tepatnya di jalan Andrássy út. Gedung opera yang dibangun pada tahun 1875 oleh raja Franz Josep I ini merupakan gedung opera terbesar kedua di Budapest dan di Hongaria. 

Saat ini Hungarian State Opera House masih berfungsi dan masih menyajikan pertunjukan opera yang biasanya berlangsung antara bulan September sampai akhir Juni. Gedung opera house ini juga menjadi basement bagi kelompok balet nasional Hongaria. Meskipun masih aktif sebagai tempat pertunjukan, Anda tetap bisa tur mengelilingi gedung opera ini dan melihat bagian-bagian dan interiornya. Tur dibuka hampir setiap hari dan tersedia dalam 6 bahasa termasuk bahasa Inggris. Tertarik? :)

Demikian 10 tempat wisata paling terkenal di Budapest, Hungaria yang wajib dikunjungi. Jangan lupa mampir ya kalau jalan-jalan ke Budapest ;)


All Texts © Explorer Guidebook. All Rights Reserved.

Terkait:
Daftar Hotel Murah 100 Ribuan di Budapest, Hungaria
Mau Menginap di Gresham Palace Budapest? Bisa!

REKOMENDASI TOUR:

Keindahan Kastil Negeri Dongeng Neuschwanstein Castle

Kastil Neuschwanstein Catle di Jerman
Neuschwanstein Castle di musim gugur dan musim dingin
Explorer Guidebook - Kastil Neuschwanstein atau Neuschwanstein Castle (dalam bahasa jerman Schloss Neuschwanstein) adalah sebuah kastil megah yang berdiri di puncak bukit nan hijau yang terletak di atas desa Hohenschwangau, dekat kota Fussen, provinsi Bavaria tenggara, Jerman. Kastil ini dibangun pada tahun 1969 atas perintah raja Bavaria Ludwig II sebagai tempat mengasingkan diri dan juga bentuk penghormatan untuk idolanya, Richard Wagner, seorang komposer terkenal.

Kastil Neuschwanstein memang sengaja dibangun jauh dari pemukiman warga, karena sang raja memang ingin menyendiri dan menghindari publik. Karena itulah dipilih lokasi yang jauh dari mana-mana dan juga seolah sulit dijangkau. Meskipun pada saat dibangun istana ini tidak pernah terpikirkan untuk menerima kunjungan dari umum, namun begitu sang raja meninggal dunia pada tahun 1886, kastil ini langsung dibuka untuk umum, dan sejak saat itu sudah ada lebih dari 1,6 juta orang yang melintasi gerbang kastil indah ini. Wow!

Kastil Neuschwanstein Catle di Jerman

Neuschwanstein Castle memiliki arsitektur yang indah dengan beberapa menara khas yang mencuat tinggi yang membuatnya persis seperti kastil-kasti di cerita-cerita dongeng. Apalagi letaknya juga sangat mendukung karena terletak tinggi di atas bukit dengan pepohonan lebat di sekitarnya, yang membuatnya seolah seperti kastil yang melayang tinggi di langit, seperti di awang-awang :O. Sekilas benar-benar terlihat seperti kastil impian dari negeri dongeng ya. Anda harus melihatnya sendiri agar percaya :). 

Kastil Neuschwanstein Catle di Jerman

For your information, Kastil Neuschwanstein ini juga yang menjadi inspirasi bentuk kastil Putri Tidur di Disneyland dan juga kastil di cerita-cerita Disney. Wah pantesan mirip ya :). Selain arsitekturnya yang sangat indah, pemandangan dari atas kastil Neuschwanstein juga sangat menakjubkan. Dengan pemandangan hijau sejauh mata memandang dan deretan bukit dan pegunungan dan juga danau yang indah. Wah benar-benar seperti di negeri dongeng yaa... Mau ke sini dan berasa seperti putri dan pangeran dari negeri dongeng sehari? ;)

TIPS: Tempat terbaik untuk foto dengan kastil Neuschwanstein adalah bukan di dalam kastilnya sendiri :D. Melainkan dari jembatan Marienbrücke (Marie's Bridge, atau Pöllatbrücke). Dari sana Anda Anda bisa mengambil foto dengan penampakan Neuschwanstein Castle yang utuh sebagai background :D. 


Alamat: Desa Hohenschwangau, Bavaria, Jerman
Jam Buka:
Setiap hari*
April - 15 Oktober: 09.00 - 18.00
16 Oktober - Maret: 10.00 - 16.00
*1 Januari, dan 24, 25, 31 December tutup.

- Tiket biasa / reguler:
Anak-anak dan remaja < 18 tahun: Gratis
Dewasa: 12 euro

- Tiket kombinasi:
1. Königsticket (King's ticket): 23 euro (meliputi tiket masuk Neuschwanstein Castle dan Hohenschwangau Castle di hari yang sama)
2. Tiket kombinasi Königsschlösser (King Ludwig II Palaces): 24 euro (berlaku selama 6 bulan, dan meliputi tiket masuk ke Neuschwanstein Castle, Linderhof Palace, dan Herrenchiemsee Palace).
3. Annual season tickets atau14-days-tickets: dengan tiket ini Anda bisa mengunjungi lebih dari 40 tempat wisata paling indah di Bavaria hanya dengan 1 tiket.
 Annual season tickets: beraku 1 tahun setelah kunjungan pertama
Harga:
45 euro untuk perorangan / 1 orang
65 euro untuk keluarga / 2 orang
14-days-tickets: beraku 14 hari setelah kunjungan pertama
Harga:
24 euro untuk perorangan / 1 orang
44 euro untuk keluarga / 2 orang

Di Mana Beli Tiket NeNeuschwanstein Castle
- Di Ticketcenter di desa Hohenschwangau di bawah Neuschwanstein Castle.
Alamat Ticketcenter:
Neuschwanstein-Hohenschwangau
Alpseestraße 12, D-87645 Hohenschwangau 
- Online: Official Website

Guided Tour:
Tiket yang Anda beli berlaku untuk tur berpemandu (Guided Tour) keliling kastil. Tersedia juga gadget audio dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Inggris.

1. Ke Ticketcenter
-Naik kereta ke Füssen, kemudian naik bus ke Neuschwanstein, lalu berhenti di pemberhentian “Hohenschwangau Neuschwanstein Castles, Schwangau”
-Setelah sampai di Ticketcenter, beli tiket, lalu naik ke Neuschwanstein Castle
2. Naik ke Neuschwanstein Castle
Option:
a. Jalan kaki: selama 30-40 sekali jalan melalui jalan raya (Neuschwansteinstraße) yang menanjak sepanjang 1,5 km sampai di Neuschwanstein Castle.
b. Naik kereta kuda/delman:
- Harga tiket: Naik 6 euro, turun 3 euro
- Tiket dapat dibeli langsung dari kusirnya
- Tempat keberangkatan: Hotel Müller, jalan Alpseestraße, desa Hohenschwangau
- Kereta kuda tidak berhenti tepat di depan pintu masuk kastil. Jadi Anda harus jalan naik sejauh 300 m (10-15 menit) ke pintu masuk kastil.
- Kereta kuda beroperasi sepanjang tahun (kecuali jika jalanan bersalju/ber-es)
c. Naik Shuttle Bus
- Harga tiket: naik 1.8 euro, turun 1 euro, PP 2,6 euro
- Tiket dapat dibeli langsung dari supir bus.
- Tempat keberangkatan: Schlosshotel Lisl, jalan Neuschwansteinstraße
- Bus akan mengambil jalan yang berbeda, yaitu melewati jalan Bleckenaustraße ke Jugend lookout point (Marienbrücke) di atas kastil. Dari sana Anda harus jalan kaki sejauh 600 m (1—15 menit) ke pintu masuk kastil. Gunakan sepatu yang nyaman.
- Shuttle bus beroperasi sepanjang tahun (kecuali jika jalanan bersalju/ber-es)

Brandenburg Gate di Berlin


Explorer Guidebook - Jika Anda menyambangi Jerman, ada satu tempat yang wajib Anda kunjungi, yaitu Brandenburg Gate yang menjadi ikon kota Berlin dan negara Jerman.



Brandenburg Gate adalah gerbang kota yang menjadi monumen sekaligus landmark dan ikon paling terkenal dari negara Jerman. Gerbang bergaya neo klasik ini dibangun oleh raja Prussia Frederick William II pada tahun 1791 sebagai lambang perdamaian. Brandenburg Gate dibangun di area yang dulu ditempati oleh gerbang kota yang menandai dimulainya jalan dari Berlin ke Brandenburg an der Havel, karena itu dinamai Gerbang Brandenburg (Brandenburg Gate/Brandenburger Tor). 

Lokasi
Jika Anda ingin melihat gerbang ini, Anda bisa menemukannya dengan mudah karena terletak di pusat kota Berlin dan dekat dengan tempat-tempat terkenal lainnya. Gerbang ini berada di persimpangan Unter den Linden dan Ebertstraße, tepat di sebelah barat alun-alun Pariser Platz. Brandenburg Gate juga merupakan pintu masuk simbolis ke Unter den Linden, yaitu boulevard (jalan lebar) yang dihiasi deretan pohon linden (sejenis pohon limau) yang menuju langsung ke Berlin City Palace (Berliner Stadtschloss).


Sejarah Brandenburg Gate
Selain terkenal karena bentuknya yang klasik dan khas monumen-monumen di Eropa, Brandenburg Gate juga memiliki banyak nilai sejarah karena menjadi saksi sejarah yang penuh gejolak dari negara Jerman dan juga Eropa, seperti Perang Dunia ke-2 dan juga perpisahan dan persatuan kembali negara Jerman. Banyak peristiwa penting yang terjadi di gerbang ini, seperti pidato peruntuhan dan peruntuhan Tembok Berlin yang berdiri tepat di depan gerbang, dan juga perayaan besar-besaran 20 tahun runtuhnya Tembok Berlin pada tahun 2009 lalu.

Masa Kini
Sebagai ikon negara Jerman, Brandenburg Gate juga sering sekali muncul di media-media dan menjadi pusat berbagai aktivitas yang terjadi di kota Berlin, Jerman. Brandenburg Gate bersama alun-alun Pariser Platz dan Straße des 17. Juni yang menjadi ruang terbuka untuk umum sering sekali menjadi tempat-tempat event besar yang menarik banyak massa seperti perayaan malam tahun baru, nonton bareng pertandingan olahraga, dan juga berbagai pertunjukan dan pesta. Brandenburg Gate juga biasanya menjadi tempat finish Berlin Marathon. 2018 European Athletics Championships tahun depan juga kabarnya akan diadakan di tempat ini.

Hmm must-see ya Brandenburg Gate ini :) Belum ke Berlin kalau belum pamer foto di Brandenburg Gate :D

Artikel Terkait:

Sisa Tembok Berlin Ini Sekarang Jadi Tempat Wisata

sisa tembok berlin di Jerman

Explorer Guidebook - Jika Anda ingin menyaksikan salah satu saksi dan bukti sejarah negara Jerman, salah satu tempat yang wajib Anda kunjungi adalah Tembok Berlin. Tembok Berlin (Berliner Mauer) adalah tembok pemisah yang membagi Jerman menjadi dua, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur pada masa setelah Perang Dunia ke II, tepatnya pada tahun 1961-1989. Tembok pembatas dari beton ini memiliki panjang 155 km, dan melintasi kota Berlin, ibukota Jerman, yang juga membaginya menjadi 2, yaitu Berlin Barat dan Berlin Timur.

Sejarah Tembok Berlin
Berlin Wall (Tembok Berlin) dibangun oleh pemerintah Jerman Timur dengan alasan untuk melindungi rakyatnya dari paham fasisme Jerman Barat yang dapat mencegah mereka membangun negara sosialis Jerman Timur. Pemerintah Jerman Timur diketahui bersekutu dengan Uni Soviet yang menganut paham komunis, dan ingin mencegah arus emigrasi masal dari Jerman Timur dengan membangun tembok perbatasan ini.

Setelah kurang lebih 30 tahun berdiri, Tembok Berlin akhirnya diruntuhkan secara resmi pada tanggal 30 Oktober 1990 dan menandai bersatunya kembali negara Jerman. Peruntuhan tembok ini sebenarnya sudah dimulai sejak akhir tahun 1989 di mana banyak warga Jerman Timur dan Barat merusak tembok dengan berbagai peralatan dan bahkan banyak yang sengaja mengambilnya untuk suvenir atau kenang-kenangan :D. Dan bahkan setelah resmi dihancurkan, banyak kepingan dan potongan-potongan tembok ini yang juga sengaja dikirimkan oleh pemerintah ke berbagai negara di seluruh dunia sebagai memorial atau kenang-kenangan dan juga disimpan di museum.

Tembok Berlin Sekarang
Saat ini, hanya ada beberapa sisa Tembok Berlin yang masih berdiri. Salah satunya yang paling terkenal dan menjadi obyek wisata terkenal di Jerman adalah sisa Tembok Berlin sepanjang 30 m yang berada di taman Mauerpark, Berlin, Jerman.

Mauerpark adalah sebuah taman yang terletak di distrik Prenzlauer Berg, di Kota Berlin, Jerman. Taman ini berbentuk memanjang karena merupakan bekas tempat berdirinya Tembok Berlin dan juga area steril di sepanjang garisnya (Death  Strip). Karena merupakan bekas area Tembok Berlin lah, taman ini pun disebut Mauerpark yang berarti ‘Taman Tembok’, dan merupakan area yang dulunya masuk ke wilayah Berlin Barat.

http://biropaspor.com/2016/10/tempat-wisata-terkenal-di-jerman-sisa-tembok-berlin-di-mauerpark.html
Berlin Wall di Mauerpark, Berlin, Jerman. Lengang gini ya suasananya.. 'Deaths Strip' masih saja kosong seperti dulu.
Tembok Berlin di taman Mauerpark sudah tidak seperti aslinya lagi, karena sekarang sudah dihiasi dengan lukisan grafiti warna-warni oleh para seniman sehingga kini lebih sedap dipandang. Bahkan jalur di sepanjang sisa Tembok Berlin juga sudah dipaving, lengkap dengan lampu taman yang cantik dan juga beberapa bangku taman untuk duduk-duduk para pengunjung. Sudah cantik deh sekarang untuk photo spot :D

Selain menjadi tempat berdirinya sisa Tembok Berlin yang penuh sejarah, Mauerpark juga menjadi salah satu taman penting di Berlin dan selalu ramai oleh pengunjung yang bermain sepak bola, basket, refreshing di taman, menghadiri event musik/karaoke, dsb. Setiap hari Minggu sejak tahun 2014, di Mauerpark sisi barat juga digelar sebuah flea market (Flohmarkt am Mauerpark) di mana dijajakan barang-barang antik, unik, dan second, yang selalu menarik banyak pengunjung, baik warga lokal maupun wisatawan mancanegara.

Wah Mauerpark memang must-visit kalau Anda traveling ke Jerman ;). Perpaduan sejarah, budaya, dan juga gaya hidup modern warga Jerman ;)

4 Tempat Belanja Oleh-Oleh Terkenal di London, Inggris


Explorer Guidebook - Sudah puas jalan-jalan ke tempat wisata terkenal di London, sekarang waktunya belanja, karena kurang lengkap berwisata ke London tanpa belanja dan bawa pulang oleh-oleh :D. Ingin tahu tempat belanja terkenal mana saja di London yang wajib dijelajahi? Simak daftar tempat belanja terkenal di London berikut ini.

Oxford Street adalah jalan yang menjadi pusat perbelanjaan ramai yang terletak Westminster City, West End, London. Jalan ini memiliki panjang sekitar 2,5 km yang dimulai dari Marble Arch di sudut timur Hyde Park, melewati Oxford Circus, hingga ke High Holborn.

Oxford street merupakan area pusat perbelanjaan terbesar di London dan merupakan jalan pusat perbelanjaan paling ramai di Eropa. Jalan ini memiliki kurang lebih 300an toko dan menjadi tempat bagi sejumlah departemen store besar (seperti Selfridges) dan banyak toko produk-produk bermerk. 

Menjelang Natal hingga Tahun Baru, Oxford Street juga menjadi salah satu tempat di London yang ramai dengan hiasan lampu Natal yang meriah yang biasanya dinyalakan sejak tanggal 12 November hingga 5 Januari setiap tahunnya. Upacara penyalaan lampu Natal ini biasanya dilakukan oleh selebriti terkenal dan selalu dipadati oleh pengunjung. 

Beberapa selebriti yang pernah menyalakan lampu Natal di Oxford Street di antaranya adalah Spice Girls (1996), Ronan Keating (1999), Blue (2002), Enrique Iglesias (2003), Emma Watson dan Il Divo (2004), Westlife (2005), All Saints (2006), Jim Carrey (2009), dan Robbie Williams (2012).

Stasiun bawah tanah terdekat: Marble Arch, Bond Street, Oxford Circus.

Kalau Paris Perancis punya Galleries Lafayette, maka London punya Harrod’s. Harrod’s adalah departemen store besar dan paling terkenal di London. Departemen Store kalangan atas ini terletak di jalan Brompton Road di area Knightsbridge, Kensington, London, dan dekat dengan stasiun bawah tanah Knightsbridge. 

Knightsbridge adalah salah satu area yang paling ekslusif dan paling kaya di London di mana banyak hotel paling mahal terletak di area ini. Harrods sendiri dimiliki oleh Harrods Group Companies yang juga memiliki bank, perusahaan real estate, dan penerbangan.

Harods Departemen store mencakup area seluas 20.000 m2 dengan luas lantai retail 90.000 m2 dan mencakup 330 departemen, sehingga membuatnya menjadi departemen store terbesar di Eropa. Di dalamnya Anda bisa menjumpai berbagai macam produk seperti pakaian wanita, pria, dan balita, alat-alat elektronik, perhiasan, perlengkapan olahraga, aksesoris hewan peliharaan, mainan, suvenir dan hadiah, makanan dan minuman, kosmetik, perlengkapan sekolah, rumah tangga, dan furnitur, dan masih banyak lagi. 

Di Harrods juga terdapat banyak restauran yang menyajikan aneka jenis makanan, dan ada juga tempat perbaikan jam, penjahit, apotik, salon dan spa, dan juga layanan penerima catering dan layanan antar makanan, dan penerima pesanan bungkus kado, cake, dan formula parfum. Hmmm.. lengkap banget ya? Lama pasti kalau mau muter-muter :D. Makanya luangin waktu yang banyak kalau ke sini dan jangan lupa pakai sepatu yang nyaman dan pakaian yang sopan, biar boleh masuk :p

Stasiun bawah tanah terdekat: Knightsbridge

Covent Garden Market adalah pasar yang menjadi pusat perbelanjaan terkenal di London, Inggris. Pasar ini terletak di distrik Covent Garden, West End, London, yang juga merupakan salah satu area pusat perbelanjaan dan hiburan di London. Covent Garden Market terletak di pusat distrik Covent Garden, tepatnya di sebuah area terbuka luas yang disebut The Piazza (lapangan/alun-alun dalam bahasa Italia), yang dulunya terinspirasi dari gaya Piazza di Italia dengan bangunan di sekelilingnya yang bergaya abad 19-an.

Covent Garden bisa dibagi menjadi tiga area pasar, yaitu Apple Market, East Colonnade Market, dan Jubilee Market. Apple Market cocok ditelusuri jika Anda ingin mencari suvenir dan oleh-oleh yang unik karena di sana tempat dijualnya berbagai kerajinan dan karya seni khas Inggris dan juga barang antik. East Colonnade Market menawarkan barang dagangan yang bervariasi mulai dari sabun buatan sendiri, perhiasan, pakaian rajut anak, permen, karya seni, perlengkapan sulap, hingga perlengkapan rumah tangga. Sementara Jubilee Market menawarkan barang yang berganti setiap harinya: Senin untuk barang antik, Selasa-Jumat adalah pasar umum yang menjual pakaian dan perlengkapan rumah tangga, dan Sabtu-Minggu waktunya berjualan berbagai karya seni dan kerajinan. Di salah satu gang Covent Garden Maret juga terdapat kanopi kaca yang menaungi koridor di antara dua deretan toko. Anda juga bisa menjumpai banyak toko retail di Covent Garden Market, dan juga banyak pub dan bar dan juga teather di sekitarnya. Tertarik ke sini?

Alamat: 41 The Market, London, WC2E 8RF
Stasiun bawah tanah terdekat: Covent Garden

Camden Lock Market adalah pasar pusat perbelanjaan terkenal yang terletak di pusat kota Camden Town di London, Inggris. Pasar yang berpusat di dalam dan di sekitar Market Hall ini terdiri dari banyak toko dan kios yang menjual aneka barang mulai dari pakaian, suvenir, kerajinan tangan dan perhiasan hand made, berbagai macam makanan dan jajanan, hingga barang-barang vintage, antik, dan second (di Stables Market).

Dibuka pertama kali pada tahun 1970 sebagai pasar seni dan kerajinan, kini Camden Lock Market dikunjungi oleh rata-rata 100.000 orang setiap akhir pekannya dan menjadi salah satu tempat wisata yang paling terkenal di London, Inggris. Camden Lock Market buka setiap hari mulai dari Pkl 10.00 hingga Pkl 18.00 waktu setempat (kecuali saat Natal). Selain pasarnya sendiri, area Camden Lock juga merupakan area pusat perbelanjaan dan hiburan di mana terdapat banyak bar dan cafe dengan musik live. Tertarik mengunjungi Camden Lock Market?

Alamat: 54 - 56 Chalk Farm Road, Camden Lock Place, London, NW1 8AF
Stasiun bawah tanah terdekat: Covent Garden

Demikian 4 tempat wisata belanja terkenal di London yang kami rekomendasikan. Semoga bermanfaat dan.... happy shopping!

Artikel Terkait:
4 Tempat Belanja Terkenal di Seoul, Korea Selatan

How to Get Around in Bali (10 Ways)


Explorer Guidebook - Bali is very popular tourist destination, but surprisingly, there is no reliable public transportation available to get around easily (and cheaply) for travellers and visitors. Off course, walking in Bali, especially in the densely popular area like Kuta is feasible, but not all tourist destinations in Bali are within short walking distance from where you stay. Even when it is said to be 200 m or 15 minute-something walking from your hotel, the fact is longer than you expected, sorry to say :p

So if you are planning to come to Bali, please also think how you plan to get around and explore there, after finding how to get to Bali and where to stay in Bali. Even so, but don’t be discouraged. We’re here not to spoil your Bali dream (Bali beach or surfing dream :p), but quite the opposite; we’re here to help you to make the most out of your stay and make your Bali holiday is easier and cheaper :D

Event though there is no dependable public transportation that goes to every corner in Bali, there are quite many transportation options to choose based on your preference, budget, skills, plan, etc. Let’s check these how to get around in Bali in 10 ways!

1. Walking
Okay, this is obvious. You can walk to get around and go the places in Bali that are within walking distance from where you are. Make sure you know the direction and do not forget it when walking back to your hostel. Do not forget to wear comfortable walking shoes/flip-flop, wear hat or umbrella, and sunglasses if necessary, and put on some sunscreen before you go out. Walking can be long and Bali is very hot and sunny all day long!

2. Cycling in Bali
Nowadays, this option is no longer feasible to get around in Bali's dense tourist areas like Kuta, Legian, Seminyak, and also the town areas. The streets there are narrow, dense, and have no designated cycling path, so you will find difficulty navigating the street and traffic. And If you still insist, you may be the only one there who ride a bicycle in the town! Well, but you still can ride a bicycle if you stay in a real village or in several tourist destinations that are located in green quiet villages and frequently used as locations for cycling tours.

Motorcycle or motorbike is ubiquitous in Bali, since it is the main transportation in the island. It is the easiest (and can be the cheapest) way to get around in Bali, if you can ride a motorbike. Many Bali's wonderful sites and destinations are actually hours/tens kilometers away by car from the town/tourist center, so it is not a good idea to walk or cycling there. The cheapest option then is to rent a motorcycle and ride it yourself, and you are free to explore Bali on your pace.

If you want to rent a bike (motorbike/motorcycle) in Bali, there are many motorbike rentals in tourist areas to choose from. Read here where to rent a motorcycle in Bali, the standard rate, and the procedure: How to Rent A Motorbike in Bali

Best for: Everyone/Solo Traveler

Yes it’s true that Bali is lack of public transportation, but it doesn’t mean that it doesn’t have any. Many people may not know that now, Bali also has a real public busway service just like Trans Jakarta in Jakarta and Trans Jogja in Yogyakarta, eventhough it have not served all areas in Bali. The Bus is called Trans Sarbagita, which stands for Trans Bus for DenpaSAR, BAtubulan, ; the complete bus route in the future). 

Trans Sarbagita Buses have been operating since 2011, and currently only has 3 lines: Ngurah Rai Sport Stadium-GWK line (corridor 1), Batubulan-Nusadua line (corridor 2), and Ngurah Rai International Airport-Tegal Bus Terminal line (branch line). In addition to these 3 ‘main’ lines, Trans Sarbagita Buses also have 6 feeder lines which include GWK-Uluwatu line and Tanjung Beno-GWK. Large buses serve the main lines, while the feeder lines served by smaller minibus. The buses have several stops within the line and come every 15 minutes or so, and operate until about 6 pm for the main lines (feeder lines operate until 5 pm). The large buses standard flat rates per trip are so affordable: only 3,500 IDR for public passengers and 2,500 IDR for students. And 3,000 IDR for the feeder minibus.

Although Sarbagita buses may not the most convenient way to get around in Bali, it can be a feasible option, especially if you want to go to GWK (using corridor 1 line), Nusa Dua Beach (using corridor 2 line), and Uluwatu Temple (using corridor 1 line + Kelan-Uluwatu feeder line). The large buses which serves the main lines usually quite crowded with public locals and university students (like I say, not many tourist use it, either do not know or prefer more convenient/expensive transportation), while the feeder minibuses are most often almost empty with only 1 or 2 passengers per trip (so you will have the whole car for yourself and feel like renting a car plus a driver for only 3,000 (three thousand) rupiah! Ow, sounds too good to be true, eh? :D)

One more public transportation in Bali that you may never heard of. It’s Komotra, small colorful minibuses with open windows who will take passengers between Kuta Parking Center and Kuta Beach. You can use this minibus to go to Kuta Beach and and other places along its route if you are happened to be around Kuta Parking Centre or stay close there. But be warned and ready to snatch a seat on the Komotra with big group tour, since many large group tour buses are stopped in Kuta Parking Centre and send their passengers to Kuta Beach by Komotra. The Komotra flat rate for one way trip per person is 3,000 IDR (Do not ask the price/rate. Just get on and hand the money with exact amount when you get off).

Motorbike taxi can be a good option for those who want to get the comfort of riding on a taxi but with cheaper cost. For you who are not familiar with this means, riding on a motorbike taxi means you will hop on the back seat of a motorbike, instead of a car, and the rider will take you to where you want to go just like with taxis. In local Indonesian language, this is called ‘ojek’. This kind of services has been exist for a long time in Indonesia, include Bali, since motorcycle is still the main transportation in this country.

And recently, with the growing of internet and information technology development along with smartphone uses that is getting bigger and bigger, emerged online motorbike taxi services that use smartphone application to book the ride. There are many online ojek company, but Go-Jek is the first to offer this kind of service, and so become the most popular one. Online ‘ojek’ become increasingly more popular and widely used in big cities in Indonesia since it is savvy, easy, metered, and often alot cheaper than the conventional offline ‘ojek’. That’s why this online ‘ojek’ recently just got big confrontation and demonstration by offline ojek riders who feel their existence is threatened because more passengers prefer online ojek. I do not follow the ending of this case, but as I know, online ojek is still operating and used as normal, but may be with some limitation in some areas to provide more rooms for conventional taxi/transportation.

Like in Bali, Go-Jek is prohibited to wait or pick up for passengers in bus terminal and in tourist destinations like Uluwatu Temple (there is a sign said “no Go-Jek, drop only” in parking area). It means that you can still ride Go-Jek to those places, but not from it). Okay, I have gone astray to far, so lets go back to the topic riding a motorbike taxi (ojek) in Bali :D. You can use ojek to go to places in Bali. Online ojek is more preferable since it is easy (you can order it online via App and they will pick you up. No need to look where they base like in offline ojek). It’s also cheaper (rate is counted per km) and no need to haggle. In Bali, you are likely to haggle the rate for offline ojek ride, and often, after some times haggling and though deal, you still end up with a significantly higher rate than if you use onilne ojek *sigh*.

Best for: Everyone/Solo Traveler
Quite low-budget friendly

Okay, this one is a bit touristy, not local wise transportation :p, but still can be used as a way to visit places in Bali. Kura-Kura Bus is a kind of shuttle buses who will take passenger along its routes and stops in several determined bus stops. This bus service is owned by private Japanese company and has been operating in popular tourist areas in Bali since 2013 . It uses mini shuttle bus with capacity of about 15 passengers and wi-fi is available inside the bus. Look on the service and how they provide complete information on the site, the buses seem to target and chater mainly for foreign tourists. And it’s proven when I try to get on it this May. No locals visitors use it. All foreign visitors :)

Kura-Kura Bus have 8 lines that each covers the area of Kuta, Legian, Seminyak, Sanur, Jimbaran, Nusa Dua, South Nusa Dua, and Ubud respectively. Kura-Kura Bus operating times varies between lines, generally from 08.20 until 23.00, and arrive in each bus stop every 20 minutes on a fix schedule. The flat fare for a single journey is: IDR 20,000 (Kuta, Legian, Seminyak line), IDR 40,000 (Sanur line, Jimbaran line), IDR 50,000 (Nusa Dua, South Nusa Dua line), and IDR 80,000 (Ubud line). You can buy the ticket on board the bus when it stops on the bus stop, and there are 3 types of ticket available: Kura-kura coin, Value Card, and Day Pass. Coin is enough if you do not intend to use Kura-Kura Bus frequently.

Best for: Everyone/Solo Traveler
Minus: Not low-budget friendly

Okay, this one too is not less touristy than the previous number. There are many shuttle bus services that are offered by travel agents/companies as a way to get around and visit popular destinations in Bali. It is easy to book one of them.

You can ask the front desk in the hotel where you stay if they can help you find and book shuttle bus. They usually have information for tourists like shuttle bus, day tour, and also bike rental. If not, just visit one of ‘tourist information’ booths that are usually dotted along the street in popular tourist areas like Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran, dan Ubud. Shuttle bus rate is usually around IDR 60,000 for a single journey.

More suitable if you want to go to places with long distance. If you want to stop along the route, ask them if you can make several stops with that rate. One of popular shuttle bus is provided by Perama Tour. You can find their booth on Legian Street south of Bom Bali Monument, next to Surfer Girl.

Best for: Everyone/Solo Traveler
Minus: Not low-budget friendly

Just like shuttle bus, many hostels and travel companies in Bali also offer day tours for visitors. Day tour is more suitable for travelers who already arrived in Bali and have a place to stay, since the tour is just a trip, not include hotels and plane ticket like conventional group tour with X Day Y Night format. So if you are in Bali, have a room already, but still confused how to visit those popular tourist destinations in Bali, then the day tour is the answer. 

Many day tours are offered per area, like South Bali, East Bali, etc, with 3-5 places visited per tour. Length varies, generally from 09.00 to 19.00. So if you think you want to visit all those popular destinations across Bali, the chance is you have to take several tours (This is if you want to visit them all this way. Count your budget).

Day Tour prices range varies but generally range from 300,000 to 500,000 IDR per tour, per person. Travel companies usually set minimum booker to 2 people, so that they can go already and cover the cost even though they only take 2 people (it is more like you rent a car and driver with your friends).

How if you are a solo traveler and alone? Then looking for a mate or ask if you can book for 1 people and compare it with renting a car and driver yourself. If you think that’s too expensive, then look up for other options above. Below is getting more expensive :p

Best for: Group

10. Rent A Car in Bali (With or Without a Driver)
If you are visiting Bali for holiday with a bunch of friends, with the big family, or with large groups of people, the best option for you then may to rent a car. Rent a car is expensive but will become cheaper if divided among many people and it could be the best option to accomodate everyone. You can rent a car with or without a driver. Rate varies depend on the type of the car. A family/private car with capacity up to 9 people without a driver may cost between IDR 500,000-700,000 per day (usually up to 10 hours max). While a medium size minibus with a capacity up to 17 people and with a driver may cost around 1 million rupiah per 10 hours. You can ask your hotel’s front desk if they can connect you with a car rental or help you biropaspor it.

Best for: Group/Family

Useful Links:
Cheap hostels in Bali


REKOMENDED TOURS: